PSW batch 3, lesson learned from”United Breaks Guitars”

I flew United Airlines on my way to Nebraska
The plane departed, Halifax, connecting in Chicago’s “O’Hare”.
While on the ground, a passenger said from the seat behind me,
“My God, they’re throwing guitars out there”

Satu catatan hari ini adalah tidak semua lembaga besar bekerja seperti harapan. Bagaimana menjalankan suatu program bahkan yang telah melibatkan kementerian dan lembaga lainnya, bisa saja dieksekusi dengan berbagai ketidakjelasan. Padahal tentunya hal ini bisa jadi sangat mengecewakan bagi pihak-pihak terkait.

Seperti  pagi ini, ketika mendengarkan ‘lagu protes’ seorang penumpang pesawat atas kerusakan bagasi yang dialaminya, dan panjangnya jalan sebelum perusahaan penerbangan mau bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Bagaimana dengan program seperti President’s Speechwriting Batch 3? Program yang diinisiasi oleh seorang tokoh fenomenal, reformis, inspiratif, dan berbagai hal positif lainnya.. ternyata mengalami kendala, yang sayangnya tidak dikomunikasikan dengan baik dengan para peserta yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi.

The band and I exchanged a look, best described as terror
At the action on the tarmac, and knowing whose projectiles these would be
So before I left Chicago, I alerted three employees
Who showed complete indifference towards me

Tentu saja, kami sangat terkejut ketika membaca press release yang ada pada web http://www.embassyofIndonesia.org tentang program PSW batch 3 yang berlanjut dan telah berangkat ke US. Tetapi peserta yang berangkat bukan kami, yang juga telah lolos dalam seleksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri.

Press Release

Bagaimana program ini berjalan melalui kerja sama Kementerian Luar Negeri dan BAPPENAS, sementara kami,  tidak menerima pemberitahuan sama sekali. Tidak ada komunikasi, tidak ada solusi, yang seharusnya ada.

United…
(United…)
You broke my Taylor Guitar
United…
(United…)
Some big help you are

Lalu, bagaimana cara untuk mengajukan formal complaint ? 

Bekerja sebagai Humas Ombudsman Republik Indonesia, salah satunya adalah melakukan sosialisasi agar orang-orang berani melapor/mengadukan maladministrasi yang dialami masyarakat. Tapi, ketika hal seperti ini, dialami sendiri, kita harus memilih solusi terbaik. Bukan masalah kita akan melaporkan/mengadukan maladministrasi, tapi in a way perlu ada inisiatif agar ada langkah-langkah menuju solusi terbaik bagi semua pihak.

Langkah-langkah Ombudsman adalah melalui klarifikasi, mediasi, negosiasi, sampai rekomendasi. Umumnya masalah dapat selesai pada tahap klarifikasi, setidaknya sudah ada solusi.

Karena, kita tidak bisa hanya diam dan menunggu Godot. Sekarang sudah era Reformasi Birokrasi, bahkan dalam era presiden baru kita, sudah digaungkan frase baru dalam nafas yang sama: Revolusi Mental.

Setidaknya, perlu ada transparansi informasi, komunikasi, dan solusi.

You broke it, you should fix it
You’re liable, just admit it
I should’ve flown with someone else
Or gone by car

‘Cause United breaks guitars.

Lalu bagaimana cara paling efektif untuk draw the attention, or at least the attention of those who responsible?

Apakah kita menulis lagu lalu mengunggahnya dalam youtube?

Membuat meme ironi seperti bagaimana warga Bekasi melakukan protes sosial pada pemerintah kota Bekasi?

Apakah kita akan menulis dalam surat pembaca dalam media massa?

Atau mengajukan protes resmi melalui Ombudsman, Komisi Informasi atau Lapor!UKP4 ?

When we landed in Nebraska, I confirmed what I’d suspected
My Taylor’d been the victim of a vicious act of malice at O’Hare

So began a year long saga, of “Pass the buck”, “Don’t ask me”, and “I’m sorry, sir, your claim can go no where”.
So to all the airlines people, from New York to New Dheli
Including kind Ms. Irlweg, who says the final word from them is “no”.

Secara formal, sepertinya sudah dipenuhi unsur-unsur agar masalah ini dilaporkan ke instansi berwenang, seperti Ombudsman.

I heard all your excuses,
And I’ve chased your wild gooses
And this attitude of yours, I say, must go

Selain Ombudsman juga ada Peraturan Presiden No.76 tahun 2013 mengenai Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik

Perpres No.76 tahun 2013

Apakah Kementerian Luar Negeri dan Bappenas telah memiliki Unit Kerja Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik? Apakah hal seperti ini dapat diadukan melalui Unit Kerja tersebut?

You broke it, you should fix it
You’re liable, just admit it

Apakah kita harus mengekskalasi suatu pengaduan untuk sebuah solusi?

Pena bisa memotong lebih tajam dari pedang, dan penginisiasi program PSW adalah seorang birokrat inspiratif, penulis handal, and in  a way inspired me to apply for this program. Masih yakin, bahwa kami tidak akan dikecewakan dalam pelaksanaan program ini. Kami perlu kejelasan pelaksanaan. Agar kami tidak lagi menunggu dalam kesia-siaan.

 Berpikir dan bertindak, belajar untuk menjadi reformis.

Reformasi birokrasi dijalankan menyeluruh, tidak dibatasi pada segelintir lembaga. Kita perlu berhenti berpikir sektoral, bukalah kesempatan seluas-luasnya untuk belajar. Untuk menjadi lebih baik, mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jangan batasi usia,berilah kesempatan. Bagi banyak instansi, bagi instansi seperti Ombudsman kesempatan belajar untuk pegawai negeri sipil adalah barang yang teramat langka. Saya harap akan ada perbaikan, semoga ada jawaban. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s