PNS or Not PNS? satu refleksi…

Seorang teman memilih menanggalkan status pegawai negeri sipil, memili jalan karir lain. Bukan suatu kejutan, saya sendiri sudah lama ingin menanggalkan status ini, yang kian lama kian terasa sebagai beban daripada karir atau pengabdian. Tidak ada yang salah dengan berpikir ulang, apa yang kita inginkan dalam hidup, apa yang kita harapkan dalam pekerjaan. Apakah pekerjaan kita adalah mata pencaharian? apakah pekerjaan kita adalah…wait for it ibadah? apakah pekerjaan kita adalah ..pengabdian ?apakah pekerjaan kita adalah status? Banyak alasan mengapa kita bekerja.

Yang pertama adalah: Mata Pencaharian

Naturally …hampir tidak ada yang gratis di dunia ini. Orang bekerja baik sebagai salarymen maupun businessmen, entrepreneur..semuanya mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, tertier, sampai batas maut tidak ada habisnya. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, hasrat akan berubah menjadi berbagai bentuk dari hasrat sosial sampai hasrat akan kekuasaan.

Yang kedua adalah: ibadah

Salah satu keunikan pegawai negeri sipil adalah kesempatan bekerja untuk mengejar ibadah. Seriously. Sesibuk apapun Pegawai Negeri Sipil, selalu ada waktu untuk beribadah, mengapa? karena pekerjaan utama pegawai negeri sipil adalah melayani. Setiap panggilan telepon, setiap draf surat, okay setiap draf, setiap konsep, term of reference, dan lain-lain adalah pekerjaan pelayanan.

dan yang memberatkan selain income yang begitulah😛 adalah mengelola ekpektasi masyarakat dan membangun kembali kepercayaan masyarakat, tidak hanya kepercayaan kepada instansi.. (saat ini ditulis masih ada 34 Kementerian/lembaga, 88 lembaga non struktural, 34 pemerintah provinsi, dan ratusan pemerintah tingkat kabupaten) melainkan kepercayaan pada pemerintah secara keseluruhan.

dan ini bukan tugas satu lembaga, melainkan tugas kita, kita semua yang masih memilih untuk menjadi pegawai negeri, abdi negara.

Lalu pilihan untuk berkarir di luar, menanggalkan status PNS, sama sekali tidak kurang mulia.

Suatu pilihan terhormat, suatu kejujuran dan anti korupsi. Suatu pilihan yang mungkin saja saya ambil, pada kesempatan yang tepat. Siapa yang bisa memastikan bagaimana masa depan kita? Tidak ada yang salah dengan memilih karir diluar pegawai negeri.

Sejatinya, in my humble opinion ..adalah kekeliruan luar biasa bila kita mengganggap menjadi PNS lebih baik atau bekerja di swasta, bahkan menjadi pengusaha lebih baik .. semuanya adalah pilihan hebat. Tidak ada yang lebih baik, semua memiliki peran besar dalam kehidupan kita. Mengingat salah satu kelemahan masyarakat kita..yang sangat kurang apresiasi (quoted with permission :D) kita memuja yang satu lalu merendahkan yang lain. Disadari atau tidak, perilaku seperti ini memperlihatkan kita masih picik🙂 Kita tidak akan menjadi hebat dengan merendahkan pihak lain.. seriously . Kita akan menjadi besar melalui saling menghormati, saling menghargai, menjadi leader sekaligus team player.

Last but not least

tulisan ini terinspirasi oleh rekan-rekan saya yang hebat di group BBM, Whatsapp, path, twitter..orang-orang muda penuh talenta luar biasa, generasi muda PNS Indonesia, juga rekan saya yang telah memilih menanggalkan status PNS, tak kurang rasa bangga atas pilihannya yang luar biasa. Semoga sukses bersama kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s