Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

mencegah /men·ce·gah/ v 1 menahan agar sesuatu tidak terjadi; menegahkan; tidak menurutkan: ia berusaha ~ hawa nafsunya; 2 merintangi; melarang: Ibu selalu ~ nya bila ia hendak pergi; 3 mengikhtiarkan supaya jangan terjadi: Pemerintah segera mengambil tindakan untuk ~ mewabahnya penyakit cacar;

Pertanyaannya adalah bagaimana mencegah maladministrasi?

kita mulai dengan definisi maladministrasi, maladministrasi adalah: perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan.

definisi yang sangat luas ini  dibatasi dengan ragam peraturan dan standar pelayanan.  Sederhananya para administratur harus mengetahui apa yang menjadi batasan dalam kewenangan mereka agar tidak terjadi perbuatan yang melampaui wewenang. Ada saat seorang petugas berkata “my hands are tied” kalimat pendek dan sederhana tapi cukup menjelaskan bahwa yang bersangkutan tahu apa yang menjadi batasan kewenangannya. Hal ini patut dijadikan cerminan apakah kita sudah mampu memahami batasan kewenangan.

salah satu tugas Ombudsman adalah: melakukan upaya pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Lalu, maladministrasi apa saja yang bisa dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik?

Komponen standar pelayanan publik sendiri, sekurang-kurangnya meliputi: dasar hukum; persyaratan; sistem,mekanisme, dan prosedur; jangka waktu penyelesaian; biaya/tarif; produk pelayanan; sarana,prasarana dan/atau fasilitas; kompetensi pelaksana; pengawasan internal; penanganan pengaduan, saran, dan masukan; jumlah pelaksana; jaminan pelayanan yang memberikan kepastian pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan; jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dalam bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keragu-raguan; dan evaluasi kinerja pelaksana. Sederhananya bila pelayanan publik tidak memenuhi komponen-komponen seperti tersebut diatas, pelayanan publik tersebut melakukan maladministrasi dalam penyelenggaraannya.

lalu bagaimana mencegahnya?

Ombudsman Republik Indonesia telah  merilis hasil observasi ke-2 (per November 2013) terhadap Kementerian dan Lembaga penyelenggara pelayanan publik (21/01/2014). Hasil observasi tersebut berupa Laporan Kepatuhan Kementerian dan Lembaga dalam Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

monitoring-kementerian_final lembaga-finalmonitoring-kementerian_final

Apakah kita bisa melihat korelasi antara “menguji kepatuhan terhadap undang-undang pelayanan publik” dengan “mencegah maladministrasi pelayanan publik”. kadang kita yang awam ini gagal melihat korelasi tersebut, hanya karena ada persepsi awal yang menyatakan ‘menguji’ dan ‘mencegah’ adalah dua hal yang berbeda. Meskipun ada korelasi, kita bisa melihatnya  melalui serangkaian pengujian hipotesa dan bisa kita lihat hasilnya, kemana kurva akan melengkung.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dalam terminologi kesehatan, mencegah berarti melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan terhindar dari terkena penyakit, misalnya:

Penyakit flu – menular lewat udara – disebabkan oleh virus dapat dicegah dengan : meningkatkan daya tahan tubuh dengan intake nutrisi yang sesuai dan vitamin C, mencuci tangan, dan menggunakan masker

Penyakit AIDS – ABC – Abstinence (tidak berhubungan sex sama sekali/selibat) Be Faithful (saling setia–saling ya, kalau cuma salah satu yang setia sama aja boong), and Condom.. ada juga penggunaan obat-obat retroviral untuk mencegah virus HIV menyerang lebih ganas.

Sederhananya:

Penyakit tidak bisa dicegah dengan melakukan pengujian, meskipun pengujian bisa menjadi bagian dari penelitian untuk menemukan strategi baru baik itu strategi –pencegahan penyakit, atau strategi pemberantasan. Pada tahap ini, pengujian harus menjadi bagian dari rangkaian penelitian, dan tidak berdiri sendiri.

Setelah pengujian, kita melakukan penilaian, lalu setelah kita melakukan penilaian, kita memberikan saran/rekomendasi perbaikan. Tapi, ini bukan mencegah. Mencegah adalah melakukan serangkaian aksi agar tidak sampai terjangkit penyakit. Pertanyaan berikut muncul, apakah telah dilakukan suatu kegiatan yang telah melampaui kewenangan? Suatu lembaga bisa memiliki fungsi: pencegahan, penyelesaian laporan dan pengawasan, tapi tidak memiliki fungsi penilaian. Apakah bila menjalankan satu kegiatan yang bukan kewenangan itu menjadi maladministrasi berupa tindakan melampaui kewenangan? bisa saja.

Semua hal memiliki hubungan, tapi apakah hubungannya cukup signifikan masih perlu penelitian lanjutan.

Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

yang perlu dilakukan sekarang adalah menyusun strategi pencegahan, agar maladministrasi dapat dicegah sebelum terjadi.

Bukan pula dengan sosialisasi yang senantiasa mengingatkan masyarakat untuk melaporkan bila ada tindakan maladministrasi. Tapi lebih untuk memberdayakan masyarakat, pengguna maupun penyedia terhadap hak dan kewajiban dalam pelayanan publik. Perlu ada strategi yang cerdas, strategi yang implementatif sekaligus orisinal.

Masih banyak cara yang dapat ditempuh untuk mencegah maladministrasi, dari berbagai sisi dari sisi penguna, penyedia dan penyusun kebijakan. Masih banyak cara bisa dijalankan🙂

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s