Merindumu

Pondok kayu pinus, harum pinus dan ilalang ..
Juga wajahmu, sejumput kenangan.. Terserak diatas rumput,,
Sudah dicoba untuk dilupakan, saat kutancapkan batang-batang mawar

Di pondok, dengan pinus menjulang,
Matahari di sela daun..
Kata-kata menghilang tak terucap..

Sampai kapankah?
Kapan aku akan berhenti menunggu?
Saat pinus tak lagi harum..
Dan kisah kita telah dilupakan?

Memandangmu
Mengenang

Terpanah pasak-pasak pinus..
Sejauh ini,
Masih belum bisa berhenti
Merindumu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s