Resolusi Konflik, mengurai miskomunikasi

Issue paling mendasar dalam komunikasi baik komunikasi massa dan komunikasi interpersonal adalah miskomunikasi. Miskomunikasi bisa disebabkan oleh berbagai hal, umumnya perbedaan referensi, perbedaan sudut pandang hingga konflik kepentingan. Kecemburuan sosial pun kerap menimbulkan miskomunikasi.

Faktanya perbedaan persepsi adalah penyebab utama miskomunikasi.

Semua komunikasi mengalami noise dalam proses penyampaian pesan. Noise tersebut bisa bersumber dari internal (referensi komunikan) atau noise yang berlangsung pada kanal-kanal komunikasi. Noise pada kanal komunikasi umum terjadi pada komunikasi yang menggunakan media.

Miskomunikasi berkorelasi positif pada timbulnya konflik. Yang menarik, dalam dua hal ini berlaku juga sebaliknya🙂 Konflik dapat memicu miskomunikasi, serta miskomunikasi bisa jadi pemicu konflik. Konflik yang memicu komunikasi secara harfiah disebabkan oleh terlalu banyak noise hingga mengaburkan pesan yang disampaikan.

“Kebohongan yang disampaikan secara terus menerus akan dianggap menjadi kebenaran” Fakta ini berlangsung dan terjadi dalam realita sehari-hari.

Jangan lupakan bahwa noise menciptakan kesan dan membentuk persepsi. Apabila miskomunikasi telah sampai pada tahap ini, sudah cukup sulit untuk diperbaiki.

Mengurai Miskomunikasi

Ada beberapa cara untuk mengurai miskomunikasi, yang termudah dan efektif adalah membuka pintu komunikasi. Perlu ada goodwill kedua belah pihak. Kemampuan mendengar dan kemampuan berbicara perlu dikelola berimbang. Inti komunikasi adalah upaya timpal balik hingga tercapai kesepakatan. Komunikator dan komunikan berperan menterjemahkan pesan dengan mengesampingkan perbedaan pemahaman dan perbedaan referensi hingga mampu menyatukan dua esensi pesan.

Hal sederhana ini sejatinya lebih mudah ditulis daripada dilaksanakan🙂

Meskipun bukan hal yang mustahil untuk dijalankan.

Sangat tergantung pada willingness parapihak serta kemampuan untuk bersikap secara jernih. Mereduksi noise apabila memungkinkan meniadakan noise dalam proses komunikasi. Kemampuan ini sejatinya mudah saja, hanya diperlukan niat yang baik. Yang menjadikannya sulit adalah konsepsi yang telanjur terbangun sebagai ekses miskomunikasi/konflik.

Seperti semua teori, pada saat diaplikasikan baru terasa ‘seninya’🙂 Tapi sejatinya sungguh menarik, menantang dan menyenangkan, karena kita belajar bahwa sejatinya semua manusia itu baik, dan komunikasi bisa membuka sisi-sisi terbaik kemanusiaan. ***

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s